Jangan Salah Hitung! Bedanya Beban Statis, Dinamis, dan Racking

Jangan Salah Hitung! Bedanya Beban Statis, Dinamis, dan Racking

Kecelakaan di gudang sering terjadi karena pengguna salah menafsirkan kapasitas beban pallet. Tertulis "Kapasitas 4 Ton", namun pallet patah saat diangkat forklift dengan beban 1,5 Ton. Mengapa? Karena Anda mungkin melihat angka beban statis, bukan dinamis. Berikut perbedaannya:

1. Beban Statis (Static Load): Adalah beban maksimal yang bisa ditahan pallet saat diam di atas lantai rata (tidak bergerak). Angkanya selalu paling besar. Contoh: Jika pallet ditumpuk 3 tingkat di lantai.

2. Beban Dinamis (Dynamic Load): Adalah beban maksimal saat pallet diangkat dan dipindahkan oleh forklift atau hand pallet. Angkanya biasanya jauh lebih kecil dari beban statis (sekitar 25-50%-nya). Ini adalah angka "nyata" yang harus Anda perhatikan untuk operasional harian.

3. Beban Racking (Racking Load): Adalah beban maksimal saat pallet diletakkan di atas rak (beam) dengan posisi melayang (hanya bertumpu pada 2 sisi). Ini adalah tes terberat bagi pallet. Jika Anda menggunakan sistem racking, WAJIB melihat angka ini, bukan angka statis atau dinamis.

Sebagai aturan praktis: Jangan pernah melebihi batas beban yang ditentukan pabrik. Selalu informasikan kepada konsultan Emde Plast bagaimana cara Anda menggunakan pallet tersebut agar kami dapat merekomendasikan spesifikasi yang aman.